Langsung ke konten utama

Oooini Pembelajaran Diferensiasi

 


Apa itu Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran berdiferensiasi itu merupakan pembelajaran yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan murid dalam belajar yang bisa berbeda-beda, meliputi kesiapan belajar , minat atau gaya belajarnya.

Kesiapan belajar siswa adalah kemampuan dan kondisi yang dimiliki siswa untuk belajar dan mengikuti proses pembelajaran secara efektif. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti keterampilan akademik, kesiapan fisik, emosional, sosial, dan kognitif.

 Minat belajar murid merupakan aspek kepribadian, yang menggambarkan adanya kemauan, dorongan yang timbul dari dalam diri individu untuk memilih objek yang sejenis.

Gaya belajar murid adalah kombinasi dari bagaimana murid menyerap pengetahuan dan bagaimana informasi atau pengetahuan yang di peroleh diatur dan diproses.

 Memahami gaya belajar adalah cara yang konsisten bagi murid  untuk memahami, mengingat, berpikir dan memecahkan masalah dengan rangsangan dan informasi

Pada Kurikulum Merdeka Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan individu setiap muridnya di kelas. Dalam prakteknya, guru akan menghadirkan materi dan aktivitas yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan gaya belajar masing-masing murid.

Pastilah sulit!!!! Tidak,  selama guru bisa  melaksanakan,  bentuk pembelajaran berdiferensiasi di kelas mencakup tiga jenis, diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk.

Penting dipahami,  bahwa beberapa murid pasti memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang suatu topik belajar tertentu, sedangkan murid yang lain tidak karena murid tersebut memiliki pengetahuan yang sama sekali baru dengan topik tersebut. 

Selain itu, beberapa orang murid juga memiliki kemampuan pemahaman yang lebih baik dan lebih cepat jika ia mendengarkan penjelasan guru secara langsung atau melalui audio, sedangkan beberapa murid  lagi dapat belajar secara efektif apabila berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dan beberapa orang murid lainnya harus menghabiskan waktunya untuk membaca sendiri guna mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih lengkap. 

Selain itu, murid juga mungkin memiliki yang senang belajar dan berkolaborasi dalam sebuah kelompok kecil, sementara beberapa anak lainnya lebih suka belajar secara mandiri.

Pembelajaran berdiferensi ini sesuai dengan filosofi  Ki Hadjar Dewantara yang menyampaikan pemikiran filosofisnya tentang Pendidikan yang terdiri dari enam hal, yaitu menuntun, kodrat alam dan kodrat zaman, budi pekerti, bermain, berhamba (berpusat) pada anak, dan analogi petani. Proses menuntun dilakukan dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman anak tersebut.

Dan guru adalah pemimpin pembelajaran dimana melekat nilai kepemimpinan adalah nilai kepemimpinan Ki Hajar Dewantara yaitu: Pertama, Ing ngarso sung tuladha (Didepan memberikan contoh atau teladan). IngNgarsa SungTuladha (di depan harus memberi teladan) Ing MadyaMangun Karsa (di tengah harus membangun ide dan gagasan) Tut Wuri Handayani (di belakang harus bisa memberikan dorongan).

Terus tergerak bergerak menggerakkan dalam belajar bermakna berdampak berkelanjutan merdeka belajar merdeka mengajar



Suyati_15-12-2023







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini cerita ku _ lagu Kisah Burung Ababil

  Kisah burung Ababil Lirik lagu: Aku ingin tamasya  Aku punya cerita  kisah Burung Ababil  Wahai kawan semua  Beginilah kisahnya Ada pasukan gajah  pimpinan Raja Abrahah  ingin Menghancurkan  Ka'bah yang suci Datang Burung Ababil  Dengan Berbondong-bondong  Pasukan burung Laut  Diutus oleh Allah Membawa batu-batu Asalnya dari neraka panas panas Panaslah rasanya Batunya ada tiga  Dua ada di paruh  Satu ada di kaki  Yang Kanan dan yang kiri Burung Mulai beraksi  Batunya di jatuh kan  Hancur - Hancur  Abrahah dan gajahnya Selamatlah ka'bahnya  Dari Raya Abrahah  itulah pertolongan   Allah Yang Maha gagah Umat Islam Semua  pergi ke tanah suci  lihat Ka'bah beribadah haji Lihat ka'bah beribadah haji Diatas adalah lirik lagu cerita literasi hari ini, Minggu 19 Maret 2023 kegiatan rutin yang ada di Tbm Teras Literasi.  Sebenarnya isi lagu tersebut sederhana namun semua anak...

FDG Literasi Numerasi

Aksi hari ini Sabtu pagi crew TL mengikuti FDG secara dari g literasi numerasi bersama tbm RBA, bersama dengan  pembahas,peninjau dan peserta saling berdiskusi terkait penguatan literasi numerasi di sekolah ,keluarga dan di masyarakat.  Kegiatan berjalan empat jam ini menghasilkan beberapa Penguatan, yang pertama   keluarga merupakan media sosialisasi yang pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter anak, terutama di bidang literasi dan numerasi.  Pentingnya peran keluarga dalam proses sosialisasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak literasi dan numerasi anak, rumah sebenarnya merupakan lingkungan yang sangat memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran literasi dan numerasi. Yang kedua disekolah adanya kesepakatan guru dan murid ,guru dan orang tua hal ini menjadikan pondasi dalam penguatan literasi numerasi agar bersama memahami tujuan apa yang akan didapat. Ketiga guru harus bisa mengkombinasikan antara teori teori dengan praktek literasi numeras...

Meresume dari yang dibaca

  Foto 1. PakDhe Eko memimpin ice breaking tebak gambar Foto 2. Ukasya salah satu anak TL berfoto di depan keranjang buku Seperti biasa kegiatan Teras Literasi hari ini Minggu 23 September 2021 dilaksanakan diTegal Literasi dengan diikuti kurang lebih sepuluh anak, kegiatan  diawali dengan membaca surat Al-fatihah dan yel-yel TL bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking tebak gambar yang dipimpin Pakdhe Eko, ice breaking tebak gambar sendiri adalah masing-masing anak Teras Literasi akan menebak gambar sketsa buah yang ada di hp Pakdhe Eko. Adapun permainan ice breaking tebak gambar ini dimulai dengan anak-anak Teras Literasi berbaris kemudian secara bergilir maju kedepan untuk menebak gambar yang ada di hp Pakdhe Eko dimulai dari anak yang paling depan. Bagi anak Teras Literasi bisa menebak akan kembali kebarisan yang belakang  begitu juga anak Teras Literasi yang belum bisa menebak akan kembali ke barisan yang belakang dengan terlebih dahulu tangannya dikasi...